Guru Besar Departemen PWK UNHAS Jadi Pembicara Utama di Seminar Nasional Arsitektur UNIFA

Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) Fakultas Teknik Universitas Fajar Makassar melaksanakan kegiatan Seminar Nasional Arsitektur dengan mengangkat tema “Arsitektur Humanis & Sosialisasi Undang Undang Arsitek Indonesia” di Ballroom Kampus Univrrsitas Fajar Makassar (28 juni 2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan rutin Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA) yang dikenal dengan nama Archipreneur Corner VI.

Kegiatan Seminar ini mendatangkan dua narasumber yakni Guru Besar Fakultas Teknik Departemen PWK Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Shirly Wunas, DEA yang bertindak sebagai pembicara utama dan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Selatan Ir. Nasrullah, MT. IAI. yang juga merupakan Direktur Utama Artistik Group yang menyampaikan materi Sosialisasi Undang-undang Arsitek Indonesia.

Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur FT. UNIFA Muh. Arham saat dikonfirmasi mengatakan konsep kegiatan ini diusung dengan dasar edukasi yang mengangkat tema Arsitektur Humanis dan dilanjutkan dengan Sosialisasi UU Arsitek Indonesia, kami berharap kedepannya mulai dari mahsiswa/calon arsitek dan profesi arsitek, nantinya atau mulai dari skrng kami pahamkan dan mampu mengkolaborasikan antara arsitektur humanis dan modern karena kita melihat sekarang ini terkhusus di kota Makassar sudah bnyak bangunan berkonsep modern atau bangunan milenial banyak yang tidak memperhatikan humanis pada sisi perancangan arsitekturnya sehingga berdampak kerusakan terhadap lingkungan dan berharap juga para arsitek ke depannya akan tertib ketika UU Arsitek No.6 2017 sudah diterapkan sepenuhnya.

Sedangkan Sekretaris Fakultas Teknik Universitas Fajar Faris jumawan, ST. MT. mengucapkan banyak terima kasih kepada para Narasumber dan peserta Seminar Nasional Arsitektur yang sempat mengikuti kegiatan ini, dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada panitia pelaksana serta pengurus himpunan yang turut andil dalam kegiatan rutin yang diadakan tiap periode kepengurusan ini. Dia juga menyampaikan didalam sambutannya bahwa pada saat panitia dan pengurus himpunan mengusulkan beberapa Tokoh Arsitek dari luar Makassar sebagai pemateri justru berpendapat lain, beliau justru merekomendasikan Tokoh Lokal sebagai pemateri karena menurutnya Akademisi dan Praktisi dari Makassar tidak kalah hebat dari orang luar. Justru kita harus selalu menggaungkan dan memberi kesempatan kepada orang lokal berbagi pengalaman dan pengetahuan sehingga dikenal di luar Makassar, kita butuh nasehat dari Prof. Shirly Wunas yang dalam paparan nya masih sangat meneduhkan memberi wejangan kepada kita akan pentingnya sisi humanis paa perancangan arsitektur dan menyarankan bahwa disetiap perencanaan pemukiman hendaknya mempertimbangkan dampak kerusakan lingkungan dan lebih peka terhadap alam sekitar. Disamping pendekatan Humanis juga lebih penting kita mengetahui regulasi seperti yang disampaikan Ketua IAI Bpk. Ir. Nasrullah bahwa tidak sembarang orang bisa merancang bangunan karena belum tentu mereka bisa mempertanggung jawabkan hasil rancangannya. Untuk jadi arsitek tidak lah mudah harus melewati beberapa pelatihan kompetensi yang disyaratkan apalagi dengan hadirnya Pendidikan Profesi Arsitek yang akan lebih mengedukasi untuk menjadi arsitek profesional yang kompeten dan siap bersaing di era millenial sekarang. Dosen Arsitektur UNIFA ini juga berharap kepada para mahasiswa dan alumni bahwa dalam berprofesi sebagai arsitek jangan sekedar mengharapkan imbalan jasa saja akan tetapi fikirkanlah dampak setelah desain kita terbangun, jangan memperparah citra kota atau justru menghilangkan identitas kawasan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dosen arsitektur UNHAS, UIN Alauddin Makassar, Mahasiswa Arsitektur se Kota Makassar, serta mahasiswa lintas program studi di UNIFA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *