STIMIK Lamappapoleonro dan UNIFA Kerjasama Laksanakan Sekolah Teknik Desa di Kabupaten Soppeng

Sebelas desa di Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng terlihat aktif dalam kegiatan Sekolah Teknik Desa yang diselenggarakan selama kurang lebih 4 bulan kedepan di Hotel Gran Aisha Jl. Kemakmuran Watansoppeng. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama STIMIK Lamappapoleonro Soppeng dengan Fakultas Teknik Universitas Fajar Makassar. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Pejabat Sekda Kabupaten Soppeng, Kepala Dinas PMD dan Camat Marioriwawo 25 juli 2019.
Menurut Nasri yang merupakan Pendamping Teknik Kecamatan Marioriwawo mengatakan, Sekolah Teknik Desa ini merupakan bagian dari program Inovasi Desa dengan harapan semua desa di Kec. Marioriwawo dapat mandiri dalam
perencanaan, pengawasan dan pelaksanaan infrastruktur desa. Kegiatan ini diikuti oleh 44 orang peserta dari 4 perwakilan peserta di tiap desa.
M. Afdal Tahir, S.Kom. MMSI. yang bertindak sebagai koordinator P2KTD Kabupaten Soppeng mengatakan kegiatan ini merupakan pembekalan dan pelatihan kepada setiap kader teknik desa dimana ada tiga meteri utama yang akan diberikan yakni teknik bangunan gedung, teknik irigasi dan jaringan, serta teknik jalan dan jembatan. Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di aula hotel Grand Aisha setiap 2 kali seminggu, selama masing- masing 8x pertemuan ditiap sesi, demikian yang diungkap dosen Stimik sekaligus owner Hotel Grand Aisha ini.
Sedangkan Faris jumawan, ST. MT. Koordinator pemateri dari Universitas Fajar yang ditemui pada sela kegiatan mengatakan Sekolah Teknik Desa ini merupakan salah satu langkah maju yang berani ditempuh oleh pendamping teknik Kecamatan Marioriwawo dalam memajukan SDM di tiap desa. Dana desa yang dititip oleh pemerintah pusat sudah sepatutnya dikelola oleh masyarakat desa secara mandiri tanpa intervensi dan campur tangan orang luar begitupun dalam pengelolaan infrastruktur desa. Harapan kami dengan adanya kegiatan ini, setiap kader teknik yang ada di desa dapat merencanakan, mengawasi serta melaksanakan pembangunan infrastruktur desa secara mandiri tanpa bergantung lagi pada orang luar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *